Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

4 Makna Keberadaan Anak di Dunia Bagi Orang Tua

4 Makna Keberadaan Anak di Dunia Bagi Orang Tua

 


Orangtua mana yang tidak senang dengan keberadaan anak di tengah-tengah keluarga kecil yang sedang dibangun. Tentu keberadaan anak ditengah-tengah kita akan memberikan banyak kebahagiaan bahkan memperkuat hubungan antar suami dan istri. Tapi, pernah ngak sih kita berpikir bahwa keberadaannya bisa saja membuat hal yang sebaliknya? Mudah-mudah tidak ya, sahabat kaula muda. 

Dalam aspek kehidupan di dunia kehadiran anak mungkin menjadi sebuah keistimewaan dalam sebuah rumah tangga. Apalagi, jika anak yang kita besarkan dengan sepenuh hati dapat memiliki perangai yang baik, soleh serta bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya. 

Akan tetapi, tidak semua anak menjadi seseorang yang diharapkan oleh orang tuanya. Oleh sebab itu, hendaknya tidak boleh keliru bahwa anak dapat dimaknai sebagai penyejuk hati, perhiasan dunia, ujian bagi orang tua dan bahkan sebagai musuh. 

Anak Sebagai Penyejuk Hati


Semua orang tua sudah barang tentu mengharapkan anak sebagai buah hatinya tumbuh menjadi seseorang yang dapat menyejukan hati, berbakti kepada orang tua dan menjadi pemimpin bagi kaumnya di suatu masa. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al Furqon ayat 74.
Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

Sebuah do'a yang termaktub dalam ayat tersebut terdapat istilah "qurrota'ayun" yang berarti "keturunan". Beberapa ulama tafsir menjelaskan bahwa makna qurrota'ayun tersebut dimaksudkan pada keturunan yang soleh, berbakti kepada orang tua serta memiliki perangai yang baik sehingga dapat bermanfaat bagi agama dan kehidupan sosialnya. 


Memiliki seorang anak yang soleh dan dapat menjadi penyejuk hati bagi kedua orang tuanya tentu tidak dapat berwujud begitu saja. Diperlukan adanya perjuangan dan pengorbanan orang tua dalam mendidik, memberikan makan dari sesuatu yang halal dan baik, memberikan biaya yang cukup serta diperkuat dengan do'a yang tulus. 

Anak Sebagai Perhiasan Dunia


Setiap orang tua tentu merasa bangga dan senang dengan kehadiran buah hati di muka bumi. Kesenangan tersebut membuat kehadirannya sebagai bentuk keindahan yang bahkan melebihi harta berharga di dunia ini. Oleh sebab itu, Al Qur'an menyebutnya sebagai perhiasan dunia sebagaimana yang termaktub dalam QS. Al Kahfi ayat 46
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan di dunia tetapi, amalan-amalan yang kekal lagi soleh adalah lebih baik lagi pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
Ayat tersebut secara eksplisit menjelaskan bahwa harta dan anak-anak adalah perhiasan dunia. Sebagaimana perhiasan, anak merupakan sosok yang harus dijaga, dilindungi, disayang dan dicintai.  Akan tetapi setiap perhiasan yang diperlakukan secara berlebihan tentu tidak baik bahkan dapat menjadi bumerang yang akan merugikan dirinya sendiri maupun orang tua. 

Allah SWT berfirman dalam QS. Al Munafiqun ayat 9
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anakmu melalaikanmu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.

Anak Sebagai Ujian


Pada dasarnya anak merupakan titipan dari Allah SWT. sehingga, kehadirannya merupakan amanah yang mesti dijaga dan dibesarkan dengan penuh tanggung jawab. Tanggung jawab orang tua yang paling dasar terhadap anak-anaknya adalah memenuhi semua hak-hak anak seperti kasih sayang, mendidik, merawat, dan memberikan petunjuk agama.

Tidak jarang banyak orang tua yang belum siap dengan tanggung jawab yang diamanahkan kepadanya karena sesungguhnya anak merupakan ujian bagi kehidupannya. Allah telah mengingatkan tentang hal  ini sebagaimana yang telah termaktub dalam QS. At Thaghabun ayat 15.

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahal yang besar.

Setiap keluarga yang diamanahi dengan kehadiran seorang anak tentu akan diuji dengan bebagai hal, diantaranya adalah rasa takut dengan kemiskinan atau tidak mampu membesarkan dan merawatnya dengan baik. Hal tersebut Allah telah berfirman dalam QS. Al Isra ayat 31.
 Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.

Anak Sebagai Musuh


Anak sebagai anugerah Allah SWT. terkadang menjadi penghalang bagi seseorang untuk bertakwa kepada Allah. Hal ini, dapat dikarenakan beberapa hal misalnya, karena rasa cinta kita terhadap anak yang berlebihan atau memang terdapat upaya dari anak tersebut dengan menghalang-halangi untuk bertakwa kepada Allah SWT. 

Allah SWT berfirman dalam QS. At Thaghabun ayat 14
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang.
Sebagian penafsir menjelaskan bahwa maksud dari "musuh" dimaknai sebagai bentuk menghalang-halangi orang tuanya dalam kebenaran. Ada pula yang menjelaskan bahwa musuh yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah apa yang akan terjadi di hari kiamat kelak dimana orang tua dan anaknya akan saling menggugat dan menyalahkan satu sama lain karena tidak terpenuhinya hak anak selama hidup di dunia.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]