Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

5 Wasiat Luqmanul Hakim Kepada Anaknya

5 Wasiat Luqmanul Hakim Kepada Anaknya

 



Anak merupakan buah hati yang sangat didambakan oleh setiap keluarga. Bagaimana tidak? perannya dalam keluarga akan meningkatkan rasa sayang sehingga menjadi perekat yang mempererat hubungan antar keluarga. Keberadaan anak menjadi sebuah anugerah yang patut di syukuri. 

Memiliki anak berarti hendaknya memiliki rasa tanggung jawab besar terhadap pemenuhan hak-hak mereka. Seperti mendidik dan merawatnya dengan penuh kasih sayang hingga menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungannya. 

Setiap orang tua tentu mengharapkan anak yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang tumbuh menjadi anak yang soleh.  Anak soleh akan menjadi wasilah yang dapat membahagiakan orang tuanya baik itu di dunia maupun di akhirat. Oleh sebab itu, hendaknya perlu diperhatikan bagaimana orang tua merawatnya dan memberikan pendidikan kepada anaknya. 

Luqmanul Hakim mreuapakan salah seorang tokoh yang dikagumi oleh Malaikat karena kebijaksanaannya, sehingga Allah mengabadikan kisahnya dalam Al Quran. Luqman menjadi sosok seorang ayah yang mengerti tentang parenting dan memiliki kedekatan yang begitu hangat dengan anaknya. Wasiatnya senantiasa menjadi inspirasi bagi setiap keluarga dalam mendidik anak-anaknya. 

Perlulah kita sedikit merefleksikan bagaimana wasiat Luqman kepada anaknya, untuk diterapkan kepada anak-anak kita. Dengan demikian, harapan untuk menjadikan keturunan yang soleh dapat terwujud. Berikut ini kita perjelas wasiat Luqmanul Hakim terhadap anaknya. 

Melarang Berbuat Musyrik atau Menyekutukan Allah


Musyrik atau menyekutukan Allah adalah bentuk dari lemahnya akidah. Luqman memberikan wasiat pertama kepada anaknya adalah dengan melarangnya untuk berbuat sesuatu yang dapat membatalkan akidahnya, yaitu mempersekutukan Allah dengan yang lain. 

Dalam hal ini, hal pertama yang wajib dilakukan oleh orang tua kepada anaknya adalah menanamkan nilai-nilai akidah. Karenanya, hal tersebut merupakan fondasi utama menuju jalan kesolehan seorang anak dalam membaktikan diri kepada Tuhannya. 

Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman ayat 13
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.

Berbakti Kepada Orang Tua


Berbakti kepada orang tua menjadi keniscayaan yang diharapkan setiap orang tua kepada anaknya. Sehingga, di masa tuanya kelak dia akan melihat anaknya tumbuh dengan perangai yang baik dan memperlakukan dirinya dengan baik. 

Hal ini pula yang diwasiatkan Luqman kepada anaknya untuk senantiasa berbuat baik kepada orang tua. Apalagi, kepada mereka yang telah melahirkan, merawat dengan sabar dan memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Berbakti kepada orang tua adalah bentuk dari rasa syukur anaknya karena telah ditakdirkan hadir di dunia dengan orang tua yang hebat dan penuh ketulusan merawatnya. 

Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman ayat 14
Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

Mendirikan Sholat 


Sholat merupakan tiangnya agama apabila sholatnya baik maka, baik pula agamanya. Begitu pun sebaliknya jika sholatnya buruk maka, buruk pula agamanya. Inilah wasiat yang tidak kalah pentingnya dari Luqman kepada anaknya.

Penting bagi orang tua untuk mengajarkan kepada anaknya bagaimana tata cara sholat dan senantiasa mengingatkan anak-anaknya untuk melaksanakan sholat ketika telah tiba waktunya. Dengan sholat, Allah memberikan petunjuk kepadanya sehingga ia mampu menegakan segala kebaikan (ma'ruf) dan mencegah dari keburukan (munkar). 

Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman ayat 17
Wahai anakku! Laksanakanlah sholat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar.

Tidak Memiliki Sikap Sombong


Sombong atau angkuh alias takabur adalah bentuk kejumawaan hati dan merasa paling tinggi di atas yang lainnya. Perilaku tersebut termasuk golongan sikap tercela yang harus dihindari oleh setiap manusia. Karena sikap sombong akan mendatang bencana dan berpotensi untuk dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya. 

Sebab itulah, Luqman senantiasa berwasiat kepada anaknya untuk tidak bersikap sombong kepada siapapun. Allah akan melaknat orang-orang sombong yang senang membanggakan dirinya. Sehingga, tidak boleh ada sedikit pun perasaan angkuh dalam diri anak.

Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman ayat 18
Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong), dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh.  Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang sombong dan membanggakan diri.

Sederhana dalam Berjalan dan Berbicara

Anak yang soleh dapat terlihat dalam bagaimana iya berjalan dan memperlakukan lawan bicaranya. Seorang anak yang cara berjalannya angkuh, petantang petenteng tentu akan terlihat bagaimana ia membawa dirinya. Beda halnya dengan seorang anak yang berjalan dengan sederhana, penuh sopan santun dan selalu berkata yang baik adalah cerminan dari dirinya sendiri. 

Luqman senantiasa memberikan arahan dan wasiat kepada anaknya untuk selalu menyederhanakan cara berjalannya dan tidak meninggikan suaranya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Luqman ayat 19 
Dan sederhanalah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruknya suara ialah suara keledai.
Demikianlah wasiat-wasiat Luqman kepada anaknya yang penuh makna dan memiliki nilai-nilai pendidikan yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya anak. Apalagi di zaman post modern seperti sekarang, pendidikan anak sangat penting dan wasiat dari Luqmanul Hakim memberikan secercah cahaya betapa krusialnya peran orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anaknya. 

Dari apa yang disampaikan dapat disimpulkan wasiat Luqman dalam mendidik anak harus mencakup berbagai aspek kehidupan diantaranya adalah akidah, berbuat baik kepada orang tua, ibadah serta bagaimana seharusnya anak bersikap dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]