Kita tentu sangat menginginkan melihat anak tumbuh dan berkembang menjadi seseorang yang cepat dalam memahami lingkungannya, serta cerdas secara kemampuan afektif, kognitif dan psikomotoriknya. Karenanya, penting sekali bagi orang tua atau guru memperkenalkan literasi kepada anak-anak sejak usia dini.
Literasi merupakan kemampuan dalam memahami sebuah peristiwa atau sesuatu baik itu melalui bacaan, visual maupun audio visual. Dalam hal ini literasi diperlukan untuk menanamkan wawasan serta meningkatkan perkembangan motorik dan kognitif anak.
Sebagai langkah awal sahabat kaula muda, dapat memperkenalkan literasi kepada anak melalui berbagai aktivitas. Terutama, menciptakan lingkungan yang mendukung terhadap akses belajar dan bermain anak sehingga, anak dapat berkembang dengan baik sesuai dengan usianya.
Mewujudkan Lingkungan yang Mendukung Literasi
Dalam upaya mewujudkan lingkungan yang mendukung literasi untuk anak usia dini, setidaknya sebagai orang tua maupun guru di sekolah dapat menciptakan kegiatan litarasi seperti pojok baca, memberikan akses terhadap buku bacaan ataupun memberikan label pada benda-benda tertentu untuk mengenalkannya kepada anak.
Pojok Baca
Pojok baca merupakan sebuah area yang dapat disediakan secara khusus menyimpan buku-buku yang menarik untuk di baca. Area khusus tersebut dapat dibuatkan di dalam rumah, kelas, atau koridor sekolah.
Buku yang dipajang di pojok baca hendaknya, buku-buku yang menarik perhatian anak-anak. Misalnya sahabat kaula muda dapat memperhatikan dari jenisnya seperti buku dongeng atau cerita bergambar dengan perpaduan warna yang cerah dan menarik.
Memiliki Akses Buku yang Mudah
Akses buku yang mudah dimaksudkan agar buku-buku yang akan dibaca oleh anak dipastikan dapat dijangkau dengan mudah. Penyimpanannya pun dapat diletakan di tempat-tempat yang sekiranya dapat diraih dengan tangannya.
Tidak dianjurkan untuk menyimpan di tempat yang tinggi, karena hal tersebut akan menyulitkan anak menjangkaunya. Tempat yang tinggi juga dikhawatirkan akan mengundang rasa penasaran anak untuk menjangkau sehingga mereka mencari alat bantu untuk meraihnya seperti tangga, meja atau kursi. Jika hal tersebut luput dari pengawasan orang tua atau guru tentu akan membahayakan.
Labeling
Kita juga dapat memberikan label berupa tulisan pendek untuk mengenalkan benda-benda tertentu kepada anak. Hal tersebut, selain dapat memberikan pemahaman terhadap anak mengenai benda-benda sekitar juga, akan melatih daya baca anak.
Dalam membuat label sahabat kaula muda, dapat memperhatikan aspek-aspek menarik lainnya. Seperti memberikan warna pada huruf-huruf dan pastikan huruf yang tredapat pada label terbaca dengan jelas.
Membersamai Anak Membaca Buku
Sahabat kaula muda, selain mewujudkan lingkungan yang mendukung untuk aktivitas literasi pada anak. Peran kita sebagai guru atau orang tua tidak kalah pentingnya dalam membersamai anak-anak. Hal yang paling dasar untuk mengenalkan literasi pada anak salah satunya adalah dengan membaca buku.
Bacakanlah Buku Cerita
Anak-anak biasanya sangat tertarik jika kita membacakan buku cerita kepada mereka. Dengan membacakan buku cerita kepada anak-anak hal tersebut akan membangun daya imajinasi anak, sehingga mereka dapat menggambarkannya dalam pikiran mereka.
Ketika membaca buku cerita kepada anak, perhatikanlah intonasi dan ekspresi kita ketika dalam membacakan cerita. Sehingga, cerita yang kita bacakan kepada mereka akan terdengar sangat hidup dan mengundang perhatian.
Pilihlah Buku yang Tepat
Banyak pilihan buku yang dapat kita perdengarkan kepada anak-anak. Oleh sebab itu, pilihlah buku yang tepat sehingga mengundang minat dan daya baca anak-anak. Biasanya, anak-anak cenderung menyenangi buku-buku yang penuh warna dan bergambar.
Apabila buku cerita yang dipilih untuk dibacakan, pastikan cerita pada buku tersebut sesuai dengan usianya, serta memiliki tata bahasa yang mudah di pahami oleh anak-anak.
Melakukan Interaksi dengan Anak
Penting kiranya kita sebagai guru atau orang tua dalam membacakan buku kepada anak untuk mengajak anak berinteraksi pada buku yang sedang dibaca. Misalnya kita dapat menunjukan hal menarik dari buku tersebut seperti warna, gambar dan huruf. Kita juga dapat menanyakan suatu benda kepada anak-anak yang terdapat di dalam buku yang dibaca.
Belajar Sambil Bermain
Belajar bagi anak haruslah menyenangkan, sebagaimana jiwa anak-anak yang perlu mengeksplorasi dirinya sambil mengenal hal-hal baru di lingkungannya dengan sangat menyenangkan. Oleh sebab itu, penting sekali dalam memberikan edukasi pada anak di kemas dalam sebuah permainan yang bertujuan memberikan pemahaman dasar pada anak.
Bermain Peran (Role Play)
Permainan peran sangat dianjurkan kepada anak-anak untuk memahami lingkungan serta kosa kata baru dalam dirinya. Hal tersebut juga dapat memberikan pengalaman baru kepada anak dalam memerankan seseorang yang dapat dijadikan sebagai cita-cita di masa mendatang seperti berperan sebagai ilmuan, dokter, polisi atau guru.
Bermain peran juga dapat memberikan pelajaran berharga bagi anak untuk memperkenalkan mereka pada life skill. Misalnya anak-anak dapat memerankan sebagai seorang penjual atau pembeli, memasak dan menghidangkan makanan.
Bermain Menggunakan Huruf dan Angka
Mengenalkan huruf dan angka kepada anak-anak dapat menggunakan metode bermain dengan menyusun balok-balok huruf dan angka. Hal yang paling sederhana yang dapat kita lakukan adalah dengan bermain menyusun nama sendiri, teman dan nama-nama yang mudah disusun oleh anak.
Selain itu kita juga dapat melatih kemampuan berhitung anak dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar seperti jumlah buku, pensil, gelas atau benda lainnya.
Bermain Musik dan Bernyanyi
Sahabat kaula muda, anak-anak juga memiliki ketertarikan terhadap bunyi-bunyi tertentu. Apalagi bunyi tersebut merupakan nada-nada yang beraturan sehingga membuatnya penasaran. Bunyi yang dihasilkan dari sebuah alat musik akan mengundang kepekaan pendengaran anak serta dapat menstimulus kemampuan seninya.
Selain bunyi alat musik, anak-anak juga sangat senang sekali bernyanyi. Oleh sebab itu, kita dapat memandu atau bernyanyi bersama yang sesuai dengan pertumbuhan usianya. Dengan bernyanyi anak akan mempelajari kosakata baru dan meningkatkan kemampuan berbahasa.
Aktivitas Sensorik
Dalam perkembangan anak perlu diperhatikan bagaimana kemampuan motorik halusnya dapat bekerja dengan baik. Hal yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan melibatkan anak-anak dalam aktivitas sensorik seperti bermain tanah, pasir, air atau meronce manik-manik.
Melibatkan Anak dalam Bercerita
Jika sebelumnya anak-anak berperan pasif ketika dibacakan buku cerita, maka selanjutnya adalah melibat anak-anak memiliki peran aktif untuk bercerita. Hal tersebut akan meningkatkan daya imajinasi serta kemampuan berbahasa anak semakin terlatih.
Mendongeng
Mendongeng atau bercerita adalah aktivitas yang menyenangkan. Sebagai orang tua dan guru kita dapat meminta anak untuk menceritakan tentang pengalamannya atau dapat pula menceritakan kembali dongeng yang mereka dengar sebelumnya. Dengan demikian sahabat kaula muda, dapat menganalisa sejauh mana anak-anak tertarik dengan cerita atau dongeng.
Membuat Cerita Sendiri
Anak-anak tentu memiliki pengalaman menarik dalam aktivitasnya seperti membantu orang tua, memiliki teman baru maupun bertamasya ke kebun binatang. Dari pengalaman-pengalaman tersebut kita dapat melibatkan anak-anak untuk membuat cerita mereka sendiri.
Bentuk cerita yang mereka buat hendaknya dikemas dengan menarik seperti membuat gambar ilustrasi atau bisa juga kita bantu menuliskan cerita mereka.
Merekam Cerita Sendiri
Hal yang menarik yang bisa dilakukan oleh anak untuk meningkatkan keterampilannya dalam bercerita dapat kita lakukan dengan merekamnya. Baik melalui audio maupun video atau audio visual. Dengan merekam cerita sendiri anak akan terlatih berbicara di depan kamera maupun mendengarkan suaranya sendiri.
Dengan merekam ceritanya sendiri anak akan memahami struktur cerita yang ia bangun serta menambah keterampilan berbahasa.
Memanfaatkan Teknologi
Di era disrupsi seperti saat ini teknologi menjadi moda utama dalam mengakses literasi. Sehingga kemampuan literasi digital dapat diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak. Pemanfaatan teknologi yang bijak akan membantu anak untuk cakap berliterasi.
Gunakan Aplikasi dan Game yang Edukatif
Dewasa kini banyak aplikasi dan game edukatif yang ditawarkan secara gratis kepada khalayak masyarakat untuk dimanfaatkan dalam proses pendidikan kepada anak. Utamanya, anak-anak yang sejak awal di kenalkan dengan gawai hendaknya berada dalam pengawasan orang tua, termasuk penggunaan aplikasi dan game yang diakses oleh anak.
Orang tua atau guru hendaknya memastikan bahwa anak-anak yang sudah mendapatkan akses gawai memainkan aplikasi dan game yang benar-benar edukatif sehingga membantu anak untuk belajar mengenal huruf, angka, gambar dan dunia anak-anak pada umumnya.
Menonton Video atau Animasi yang Mendidik
Karena akses terhadap kanal-kanal yang menawarkan video secara gratis kian tidak terbendung. Anak-anak setidaknya dapat diarahkan menonton video yang sesuai dengan perkembangan psikologis dan psikisnya.
Kita dapat memanfaatkann video dan animasi yang di tayang di media internet atau televisi dengan ikut serta menceritakan kembali kepada anak-anak mengenai pelajaran yang diambil dari video tersebut. Kita juga dapat berdiskusi serta menunjukan bagaimana antusias mereka terhadap video yang di tonton.
Penutup
Demikian langkah-langkah yang dapat kita terapkan dalam mendidik anak, utamanya dalam memperkenalkan literasi. Dengan harapan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik dan cerdas.
Pentingnya mengenalkan literasi kepada anak sejak dini akan membantu mereka memahami berbagai perkembangan yang berada di lingkungannya sendiri. Tentu saja, hal tersebut tidak terlepas dari peran orang orang tua dan guru sebagai pembimbing.
Referensi :
- https://www.alodokter.com/bunda-ini-cara-menumbuhkan-minat-baca-pada-anak
- https://unair.ac.id/stimulasi-literasi-untuk-anak-sejak-dini/
- https://klikpsikolog.com/meningkatkan-kemampuan-literasi-anak-sejak-dini/
- https://timedooracademy.com/id/blog/cara-meningkatkan-literasi-anak/
- https://curioo.co.id/teknologi-untuk-anak-usia-dini-bagaimana-mengenalkan-dengan-bijak/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar